backtotop

Categories: Artikel

Stadion Camp Nou hendak lagi bagai saksi bisu pertandingan bertaraf internasional. 2 team dalam sama-sama sempat 4 kali angkat penghargaan Liga Champions, Barcelona lalu Ajax sebagai mulailah kalinya selalu ditatapkan di dalam panggung ini, Kamis (19/9/2013) dini hari WIB.

Hasil yang di raih dalam dihasilkan 2 team itu pun berhubungan melalui permulaan yang persis, Johan Cruyff. Cruyff sudah pernah membela dua klub itu, sebagai pemain dan yang merupakan pelatih.

Waktu sebagai player, Cruyff menyungguhkan 3 kompetisi Liga Champions bagi Ajax sebelum menentukan hijrah ke Barca untuk 1973. Cruyff memainkan untuk Barcelona selama 5 tahun dan turut memberi hadiah duel La Liga & trofi Copa del Rey.

Selaku pelatih, Cruyff menuntun Ajax mengapai 2 kompetisi Liga Belanda setelah itu satu trofi Copa del Rey di dalam periode (1985-1988). Sementara selama melatih Barca (1988-1996), Cruyff membahu tim tersebut mengait sebelas, trofi , salah satunya trofi Liga Champions 1991-1992 dimana adalah penghargaan Liga Champions perdana Barca.

Salah satu kunci keberuntungan Barca pada era Cruyff merupakan sistem 100 % football yang bermetamorfosis berprofesi tiki-taka. Struktur tersebut pertama-tama di dalam semangat yang persis: merusak.

Dgn begitu, setiap laga yakni Barcelona lalu Ajax, Kamis (19/9/2013) boleh dimahukan mempertunjukkan aksi yang menegangkan, selain oleh karena kedua kubu sama-sama ngerti kekuatan tandingan juga disebabkan mereka kedua kubu optimis mengapai keuntungan.

“Selalu sedia prioritas di dalam turnamen yang diikuti. Aku merasakan Barcelona diharuskan menjuarai kompetisi itu. Kami bermain pada tiga kompetisi lalu kami patut sampai pada ultimate dalam keseluruhan kompetisi, ” ujar pelatih Barcelona Gerardo “Tata” Martino.