backtotop

Categories: Artikel

Tim nasional U-19 berjaya mencuri Piala AFF U-19 sehabis mengalahkan Vietnam 7-6 via laga penalti. Teknik yg sudah sering memicu timnas kita menyembunyikan impian menjadi champion.

Selagi di dalam durasi normal serta perpanjangan tempo tim nasional tidak tercapai mencipta angka sekaligus dapat mengontrol gawangnya dgn baik, mau gak mau match diharuskan ditentukan dengan laga depakan penalti. Kesukaran besar terus menimpa pundak semua player. Tanda-tanda ketidakberhasilan layaknya tim nasional U-23 pada SEA Games 2011 mulai menggelayut dalam pikiran seluruh fans sepakbola di tanah air.

Kekuatan Fisik

Tidak cuma psychological, Daya tahan

fisik pun jadi rahasia bermakna. Andai tubuh player sudah habis jadi sudah biasa player hendak bertindak sembarangan dgn melakukan pelanggaran tidak perlu. Sesuatu selaku ini lumrah masyarakat lihat dalam liga Indonesia.

Tetapi, ini tdk timbul di timnas U-19. Berlaga semasa 120 menit benar tidak kegiatan ringan. Diinginkan fisik dimana luar biasa buat tidak berubah-ubah bermain selama 2 jam & masih mesti menyiapkan fisik beserta mental sebagai laga terjangan penalti.

Melalui kombinasi bobot teknologi, fisik, serta emotional dimana diatur sedemikian rupa, tim ini rasanya amat komplet serta pantas menyandang gelar pemenang. Pasukan ini dikelola selayaknya tim nasional dioperasikan. Setiap situasi dikerjakan serta dgn kemajuan yg panjang. Team diubah kompak, sehat & memiliki emotional mantap. Maka, normal kalau kesebelasan tersebut jadi juara.